Business Tips

Contoh Faktur Penjualan: Pengertian, Komponen, dan Cara Membuatnya

November 8, 2026
7 mins read

Faktur penjualan merupakan salah satu dokumen penting dalam kegiatan bisnis. Dokumen ini membantu penjual mencatat transaksi, menyampaikan rincian tagihan kepada pelanggan, dan memantau pembayaran yang belum diselesaikan. Bagi bisnis retail, jasa, maupun Food and Beverage (F&B), faktur yang tersusun rapi dapat mempermudah administrasi serta mendukung pencatatan keuangan yang lebih teratur.

Meski terlihat sederhana, faktur penjualan perlu memuat informasi yang jelas, mulai dari identitas penjual dan pembeli hingga rincian barang atau jasa yang ditagihkan. Pemilik bisnis juga perlu memahami perbedaan faktur biasa dan faktur pajak agar tidak keliru dalam memenuhi kewajiban administrasi.

Artikel ini membahas pengertian faktur penjualan, komponen penting, contoh berdasarkan jenis usaha, serta cara membuat dan mengelolanya dengan lebih profesional.

Apa Itu Faktur Penjualan (Sales Invoice)?

Pengertian Faktur Penjualan

Faktur penjualan atau sales invoice adalah dokumen yang diterbitkan penjual kepada pembeli untuk merinci barang atau jasa yang dijual beserta jumlah pembayaran yang harus diselesaikan. Faktur dapat digunakan untuk transaksi tunai maupun kredit, bergantung pada kesepakatan antara kedua pihak.

Dalam praktik akuntansi, faktur penjualan membantu mendokumentasikan transaksi pendapatan dan piutang usaha. Ketika penjualan dilakukan secara kredit, misalnya, penjual dapat mencatat piutang sampai pelanggan melakukan pembayaran. Bagi pembeli, faktur juga membantu memeriksa kesesuaian barang atau jasa yang diterima dengan tagihan.

Menurut International Accounting Standards Board (IASB), standar IFRS 15 mengatur pengakuan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan berdasarkan pemenuhan kewajiban pelaksanaan dan pengalihan barang atau jasa. Artinya, penerbitan faktur merupakan bagian dari administrasi transaksi, tetapi waktu pengakuan pendapatan dalam laporan keuangan tidak selalu sama dengan tanggal faktur diterbitkan.

Fungsi Utama Faktur dalam Bisnis

Faktur memiliki beberapa fungsi penting. Pertama, faktur menyampaikan rincian tagihan agar pelanggan mengetahui jumlah yang harus dibayar. Kedua, dokumen ini membantu penjual mencatat transaksi dan memantau piutang. Ketiga, faktur dapat menjadi dokumen pendukung saat melakukan rekonsiliasi pembayaran atau menyelesaikan perbedaan tagihan.

Selain itu, faktur membantu perusahaan menyusun dokumentasi transaksi yang dapat diperiksa kembali. Namun, faktur tidak otomatis membuktikan bahwa pembayaran sudah diterima. Untuk memastikan pembayaran, bisnis perlu memeriksa bukti transfer, catatan kas, atau dokumen penerimaan pembayaran yang sesuai.

Komponen Penting dalam Faktur Penjualan

  • Identitas Perusahaan dan Informasi Pelanggan

Faktur sebaiknya mencantumkan nama usaha, alamat, serta informasi kontak penjual. Data pelanggan juga perlu ditulis dengan benar, terutama untuk transaksi bisnis ke bisnis atau business-to-business (B2B).

Jika transaksi berkaitan dengan kewajiban perpajakan, identitas perpajakan yang relevan perlu dicantumkan sesuai ketentuan yang berlaku. Informasi yang lengkap membantu mengurangi kesalahan pengiriman dokumen dan memudahkan kedua pihak melakukan pencocokan transaksi.

  • Nomor Seri dan Tanggal Jatuh Tempo

Nomor faktur berfungsi sebagai identitas unik untuk setiap transaksi. Penomoran dapat dibuat berurutan, misalnya INV-2026-001, INV-2026-002, dan seterusnya. Sistem ini membantu bisnis mencari dokumen dan menghindari pencatatan ganda.

Faktur juga sebaiknya memuat tanggal penerbitan dan, jika transaksi dilakukan secara kredit, tanggal jatuh tempo pembayaran. Tanggal jatuh tempo membuat pelanggan mengetahui batas waktu pelunasan dan membantu penjual memantau tagihan yang belum dibayar.

  • Detail Produk atau Jasa (Deskripsi, Kuantitas, Harga Satuan)

Bagian ini mencantumkan nama barang atau jasa, jumlah, satuan, harga per unit, dan nilai setiap item. Untuk transaksi jasa, deskripsi dapat berupa jenis pekerjaan, periode pengerjaan, atau ruang lingkup layanan.

Rincian yang jelas membantu pelanggan memeriksa apakah tagihan sesuai dengan pesanan. Sebagai contoh, penjual tidak cukup hanya menuliskan “peralatan kantor”; sebaiknya nama barang, jumlah, dan harga satuannya dijelaskan secara spesifik.

  • Diskon, Pajak (PPN), dan Total Tagihan Keseluruhan

Faktur perlu menunjukkan nilai sebelum diskon, potongan harga jika ada, pajak yang berlaku, serta total tagihan akhir. Perhitungannya harus transparan agar pelanggan dapat mengetahui dasar nilai yang harus dibayar.

Untuk transaksi yang dikenai Pajak Pertambahan Nilai (PPN), perlakuan pajak harus mengikuti ketentuan perpajakan Indonesia yang berlaku pada saat transaksi. Direktorat Jenderal Pajak menjelaskan bahwa faktur pajak merupakan bukti pungutan pajak yang dibuat oleh Pengusaha Kena Pajak (PKP) atas penyerahan Barang Kena Pajak dan/atau Jasa Kena Pajak sesuai ketentuan. Karena itu, faktur penjualan biasa tidak otomatis menggantikan faktur pajak.

  • Syarat, Ketentuan, dan Metode Pembayaran

Cantumkan metode pembayaran yang diterima, seperti transfer bank, kartu, atau pembayaran digital. Untuk transaksi kredit, jelaskan syarat pembayaran, misalnya pelunasan dalam 14 hari setelah faktur diterbitkan.

Jika diperlukan, tambahkan informasi rekening tujuan, mata uang, biaya tambahan yang disepakati, serta kontak yang dapat dihubungi jika pelanggan menemukan ketidaksesuaian. Hindari menampilkan informasi pembayaran yang tidak diperlukan atau tidak aman untuk dibagikan.

Perbedaan Faktur, Nota, dan Kwitansi

Ketiga dokumen ini sama-sama berkaitan dengan transaksi, tetapi memiliki fungsi yang berbeda. Penggunaan istilahnya dapat bervariasi menurut jenis usaha, sehingga informasi yang tercantum dan tujuan dokumen perlu diperhatikan.

Karakteristik dan Fungsi Nota

Nota biasanya digunakan untuk mencatat transaksi jual beli secara ringkas, khususnya pada toko atau usaha retail. Isinya dapat mencakup nama barang, jumlah, harga, dan total pembayaran. Nota sering diberikan kepada pelanggan setelah transaksi, terutama untuk pembelian yang langsung dibayar.

Karakteristik dan Bukti Pembayaran Kuitansi

Kuitansi merupakan bukti penerimaan uang. Dokumen ini umumnya mencantumkan pihak yang membayar, pihak yang menerima, jumlah uang, tujuan pembayaran, tanggal, dan tanda tangan atau pengesahan yang sesuai.

Contohnya, ketika pelanggan melunasi faktur jasa desain sebesar Rp2 juta, penyedia jasa dapat memberikan kwitansi sebagai bukti penerimaan pembayaran. Dengan demikian, faktur menjelaskan tagihan, sedangkan kwitansi menegaskan bahwa uang telah diterima.

Keunggulan Faktur Secara Hukum dan Akuntansi

Faktur memberikan rincian transaksi yang membantu penjual dan pembeli memeriksa nilai tagihan, barang atau jasa yang diserahkan, serta syarat pembayaran. Dalam pembukuan, dokumen ini dapat mendukung pencatatan pendapatan atau piutang sesuai kondisi transaksi.

Namun, faktur bukan jaminan bahwa seluruh perselisihan akan otomatis dimenangkan oleh salah satu pihak. Nilai pembuktiannya bergantung pada isi dokumen, kesepakatan, bukti pendukung, dan ketentuan hukum yang berlaku. Untuk transaksi kena pajak, faktur penjualan juga perlu dibedakan dari faktur pajak yang mengikuti persyaratan perpajakan.

Jenis-jenis Faktur Penjualan

  1. Faktur Standar (Biasa)

Faktur standar diterbitkan untuk menagih pembayaran atas barang atau jasa yang telah dijual. Dokumen ini dapat digunakan untuk transaksi tunai maupun kredit dan mencantumkan rincian transaksi, total tagihan, serta informasi pembayaran.

  1. Faktur Proforma (Sementara)

Faktur proforma adalah dokumen awal yang memberikan perkiraan atau rincian biaya sebelum transaksi diselesaikan. Dokumen ini dapat digunakan untuk memberi gambaran harga kepada pelanggan, misalnya sebelum pesanan dalam jumlah besar dikirimkan.

Faktur proforma pada umumnya bukan tagihan final dan tidak otomatis menjadi bukti bahwa barang telah diserahkan atau pembayaran telah diterima. Setelah transaksi dikonfirmasi, penjual dapat menerbitkan faktur final sesuai kesepakatan.

  1. Faktur Pajak

Faktur pajak merupakan dokumen perpajakan yang berfungsi sebagai bukti pungutan PPN atas penyerahan Barang Kena Pajak dan/atau Jasa Kena Pajak oleh Pengusaha Kena Pajak sesuai ketentuan. Menurut Direktorat Jenderal Pajak, faktur pajak harus dibuat berdasarkan aturan yang berlaku, termasuk ketentuan mengenai informasi yang perlu dicantumkan.

Tidak semua faktur penjualan merupakan faktur pajak. Pelaku usaha perlu memastikan status perpajakan dan kewajibannya sebelum menentukan dokumen yang harus diterbitkan. Untuk penerapan terbaru, periksa panduan dan peraturan resmi Direktorat Jenderal Pajak.

Cara Membuat Faktur Penjualan yang Profesional

  • Pembuatan Manual Gunakan Buku Faktur Cetak

Faktur dapat dibuat menggunakan buku faktur yang dicetak dan diisi secara manual. Cara ini cocok untuk usaha kecil dengan transaksi yang relatif sedikit. Penjual cukup menuliskan identitas pihak terkait, nomor faktur, tanggal, rincian barang atau jasa, dan total tagihan.

Kelemahannya, pencatatan manual membutuhkan ketelitian dan penyimpanan dokumen fisik. Kesalahan hitung atau dokumen yang hilang dapat menyulitkan pemeriksaan transaksi.

  • Gunakan Template Spreadsheet

Spreadsheet dapat digunakan untuk membuat faktur dengan format yang konsisten. Penjual dapat memakai rumus untuk menghitung subtotal, diskon, dan total tagihan secara otomatis. Dokumen juga mudah disimpan dan dikelompokkan berdasarkan tanggal atau nomor faktur.

Pastikan rumus diperiksa sebelum digunakan dan akses file dibatasi kepada pihak yang berwenang, terutama jika dokumen berisi informasi pelanggan.

  • Gunakan Software Akuntansi dan Invoice Generator

Software akuntansi atau pembuat faktur digital dapat membantu menghasilkan dokumen secara lebih praktis. Beberapa sistem menyediakan penomoran otomatis, pemantauan status pembayaran, pengingat jatuh tempo, dan integrasi dengan pencatatan keuangan.

Pilih sistem sesuai kebutuhan bisnis. Pastikan fitur yang ditawarkan benar-benar tersedia, data dapat dicadangkan, serta dokumen dapat diakses kembali ketika diperlukan untuk pemeriksaan.

Tips Mengelola Faktur agar Pembayaran Tepat Waktu

  • Menentukan Syarat Pembayaran yang Jelas

Tuliskan batas waktu pembayaran, metode pembayaran, dan ketentuan lain yang telah disepakati. Misalnya, pelanggan harus membayar dalam 14 hari setelah faktur diterbitkan. Untuk transaksi kredit, pastikan pelanggan memahami tanggal jatuh tempo sebelum pesanan diselesaikan.

  • Menerapkan Sistem Penomoran yang Rapi dan Berurutan

Gunakan nomor unik untuk setiap faktur. Format seperti INV-2026-001 dapat membantu membedakan dokumen berdasarkan tahun dan urutan penerbitan. Hindari menggunakan nomor yang sama untuk transaksi berbeda agar pencarian dan pemeriksaan lebih mudah.

  • Mengirimkan Faktur Segera Setelah Pesanan Selesai

Kirimkan faktur sesegera mungkin setelah transaksi memenuhi ketentuan penagihan yang disepakati. Pastikan dokumen diterima oleh kontak pelanggan yang tepat. Jika mendekati jatuh tempo belum ada pembayaran, kirimkan pengingat dengan bahasa profesional dan sertakan nomor faktur serta jumlah yang belum dilunasi.

Kesimpulan

Faktur penjualan merupakan dokumen penting untuk merinci tagihan, mendukung pencatatan transaksi, dan membantu bisnis memantau pembayaran pelanggan. Faktur yang baik memuat identitas penjual dan pembeli, nomor dokumen, tanggal, rincian barang atau jasa, total tagihan, serta syarat pembayaran yang jelas. Setiap jenis usaha dapat menyesuaikan format faktur dengan kebutuhan transaksi. Untuk mengelolanya secara efektif, gunakan penomoran yang konsisten, kirimkan tagihan tepat waktu, dan simpan dokumen pendukung dengan rapi. Selain itu, pastikan Anda membedakan faktur penjualan biasa dari faktur pajak karena keduanya memiliki fungsi dan ketentuan yang berbeda.

‍

Agar pengelolaan transaksi dan pencatatan penjualan semakin praktis, bisnis F&B dapat memanfaatkan sistem terintegrasi seperti Runchise. Melalui fitur Point of Sale (POS), Runchise membantu mencatat transaksi penjualan secara terpusat, memantau aktivitas operasional, dan menyajikan laporan penjualan yang lebih mudah ditinjau. Dengan pencatatan yang lebih terorganisasi, pemilik restoran dapat mengelola bisnis secara lebih efisien dan memiliki data yang mendukung pengambilan keputusan. Gunakan Runchise untuk membantu menyederhanakan pengelolaan operasional dan transaksi bisnis restoran Anda.

‍

share on
FacebookInstagramLinkedIn

Artikel lainnya

No items found.
Logo whatsapp
Hubungi Kami