F&B Business

Contoh RAB Usaha Makanan yang Benar, Yuk Cek Di Sini!

July 20, 2026
3 mins read

Secara umum, rencana anggaran biaya adalah suatu proses untuk membuat perkiraan pengeluaran bisnis dalam periode tertentu. Sebagai pemilik bisnis restoran, Anda perlu mengetahui bagaimana contoh RAB usaha makanan yang benar.

Dengan begitu, Anda bisa membuat rencana anggaran biaya restoran secara efektif. Tujuannya, agar proses bisnis bisa berjalan dengan lancar tanpa adanya kendala dana.

Jika Anda sudah menetapkan RAB dalam suatu bisnis, maka akan lebih mudah dalam memantau operasional bisnis sesuai dengan ongkos yang disiapkan dan tidak membesar secara tiba-tiba.

Mengapa RAB Penting untuk Bisnis Kuliner?

Faktanya, menyusun RAB bukan hanya untuk mengetahui jumlah modal yang dibutuhkan, dokumen perencanaan ini juga membantu Anda dalam berbagai aspek pengelolaan bisnis.

Beberapa manfaat RAB antara lain:

  1. Memperkirakan kebutuhan modal sejak awal
  2. Mengontrol pengeluaran operasional
  3. Menghindari pemborosan biaya
  4. Menjadi dasar penyusunan target penjualan
  5. Mempermudah evaluasi keuntungan usaha makanan
  6. Membantu saat mengajukan pendanaan atau pinjaman usaha.

Intinya, semakin rinci RAB yang dibuat, semakin mudah pula Anda mengambil keputusan ketika terjadi perubahan harga bahan baku atau kebutuhan operasional.

Yuk, cari lihat bagaimana contoh RAB usaha makanan yang benar dalam artikel berikut ini.

Cara Membuat RAB Usaha Makanan

Jika Anda bertanya-tanya bagaimana contoh RAB usaha makanan yang benar, maka setidaknya mencakup beberapa langkah di bawah ini.

1. Menentukan Gagasan Biaya

Hal pertama dalam cara membuat RAB usaha makanan adalah menentukan gagasan biaya anggaran, akan dibuat untuk apa.

Dengan menentukan gagasan biaya, diharapkan Anda bisa mendapatkan gambaran mengenai keperluan dan prediksi dana yang harus dikeluarkan dalam periode tertentu.

Dalam hal ini, Anda perlu mengatur batas budget yang bisa dikeluarkan sesuai dengan kemampuan keuangan bisnis.

2. Menulis Daftar Keperluan

Dalam contoh RAB usaha makanan yang benar, perlu adanya daftar keperluan restoran secara lengkap, bahkan mulai hal terkecil.

Jangan lupa mencatat setiap bahan dan barang yang dibutuhkan, dan bedakan dalam tabel terpisah berdasarkan jenis atau kategorinya. Hal ini akan memudahkan Anda dalam melakukan perhitungan di akhir.

Baca Juga: Hal-Hal Penting dalam Dasar Manajemen Keuangan Restoran

3. Mencari Tahu Harga per Unit

Rencana anggaran biaya harus rinci dan detail. Karenanya, Anda perlu mencari tahu terlebih dahulu tentang harga bahan atau barang per unit.

Pastikan Anda memasukkan rata-rata harga terbaru (sesuaikan dengan harga pasar saat ini). Jadi, kalau ada perubahan di masa depan pun, selisihnya tidak akan besar.

Bila ada opsi merek barang atau bahan yang lebih murah namun dengan manfaat yang sama, Anda bisa memasukkannya dalam RAB.

4. Menghitung Total Harga

Jika sudah mencatat keseluruhan barang dan bahan yang dibutuhkan, saatnya Anda melakukan perhitungan total.

Jumlahkah semua harga barang per unit sesuai dengan unit yang anda butuhkan. Misalnya, harga untuk satu minyak goreng adalah Rp30 Ribu. Apabila Anda memerlukan 50 pcs, maka total untuk kebutuhan minyak goreng sebesar Rp1,5 Juta.

Lakukan untuk masing-masing barang yang tercatat dalam rencana anggaran biaya usaha makanan Anda, ya.

5. Lakukan Perhitungan Akhir

Setelah menjumlahkan semua total kebutuhan, saatnya Anda melihat apakah biaya akhirnya sudah sesuai dengan budget yang ditentukan.

Jika total pengeluaran dalam RAB lebih besar dari budget yang sudah ditentukan, maka Anda bisa merevisinya ulang dengan mengurangi beberapa barang atau menggantinya dengan alternatif barang yang lebih mudah.

Baca Juga: Fungsi Jurnal Penyesuaian Persediaan pada Bisnis Restoran

Contoh RAB Usaha Makanan

Berikut adalah contoh RAB usaha makanan yang benar.

Sumber: kibrispdr.org

Komponen RAB Usaha Makanan

Sebelum melihat contoh RAB, pahami terlebih dahulu komponen biaya yang umumnya terdapat pada usaha makanan.

1. Biaya Investasi Awal: Data untuk pendanaan awal seperti untuk perangkat POS dll, juga seperti:

  1. Kompor
  2. Freezer
  3. Kulkas
  4. Meja
  5. Kursi
  6. Etalase
  7. Mesin kasir/POS
  8. Peralatan masak.

โ€
2. Biaya Operasional: Meliputi, bahan baku, gas, listrik, air, internet, kemasan, biaya kebersihan.

โ€
3. Biaya atau gaji SDM: Contohnya: Gaji koki, gaji kasir, gaji pelayan, BPJS, insentif.
โ€

4. Biaya Pemasaran

Misalnya: Iklan media sosial, promo marketplace, diskon, banner, dan fotografi makanan.

Tips Agar RAB Lebih Akurat

Beberapa cara berikut dapat membantu meningkatkan akurasi penyusunan anggaran: Perbarui harga secara berkala, pisahkan biaya investasi dan operasional, gunakan spreadsheet agar mudah diperbarui, lakukan evaluasi setiap bulan, manfaatkan sistem POS untuk memantau biaya dan penjualan secara real-time.

Dengan evaluasi rutin, RAB tidak hanya menjadi dokumen perencanaan, tetapi juga alat pengendalian keuangan bisnis.

Itulah penjelasan seputar cara membuat dan contoh RAB usaha makanan yang penting untuk Anda ketahui.

Namun, yang tak kalah penting lagi, Anda juga harus menentukan strategi yang tepat untuk meningkatkan penjualan dan mengembangkan bisnis.

Nah, salah satu solusi yang bisa membantu Anda dalam mengembangkan bisnis, terutama bisnis restoran adalah aplikasi POS terintegrasi dari Runchise.

Melalui Integrated POS dari Runchise, Anda bisa mengembangkan bisnis restoran dengan layanan cepat lewat aplikasi Point of Sales yang dilengkapi dengan berbagai fitur.

Ingin tahu lebih lanjut tentang layanan kami? Yuk, jadwalkan demo gratis dengan tim Runchise sekarang!

โ€Baca Juga: Procurement: Komponen, Jenis, dan Prosesnya di Restoran

share on
FacebookInstagramLinkedIn

Artikel lainnya

Logo whatsapp
Hubungi Kami